Hai kawan-kawan jumpa lagi dengan saya Farradia. Saya mau meneruskan tentang cerita yang saya buat sebelumnya "Final Piala AFF 2010", saya mau mengabarkan bahwa pada leg pertama Indonesia kalah dari Malaysia dengan score 0-3. Bagi kami bangsa Indonesia ini sangat memalukan dan saat pertandingan berlangsung di Bukit Jalil, Malaysia ternyata suporter Malaysia bermain tidak sportif. Pada pertandingan pertama final saat Malaysia dan Indonesia, terdapat sinar laser hijau yang diarahkan terutama kepada penjaga gawang Indonesia, Markus Haris Maulana, dan beberapa pemain Indonesia lainnya, termasuk kapten Firman Utina. Pengarahan sinar laser hijau terjadi pada saat memperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada prosesi pembukaan pertandingan. Pada menit ke-8, penjaga gawang Markus Haris Maulana sempat melakukan protes kepada wasit pemimpin pertandingan, Masaaki Toma dari Jepang, karena mendapat gangguan sinar laser hijau saat Malaysia mendapat tendangan sudut. Sinar laser juga diarahkan kepada kapten Indonesia, Firman Utina ketika akan melakukan tendangan sudut.
Pada menit ke-54, pertandingan sempat dihentikan karena sinar laser hijau semakin sering ditujukan kepada pemain Indonesia. Pelatih Indonesia, Alfred Riedl langsung menginstruksikan pemain Indonesia untuk keluar dari lapangan pertandingan. Wasit juga menginstruksikan agar seluruh pemain keluar dari lapangan untuk sementara waktu. Negoisasi kemudian dilakukan antara pihak Malaysia, Indonesia dan panitia pelaksana pertandingan (LOC). Setelah diskusi selama beberapa menit kemudian, pertandingan kembali dilanjutkan. Setelah pertandingan sempat dihentikan, Indonesia kemasukan 3 gol, sehingga pada pertandingan tersebut Malaysia menang dengan skor 3–0.
Hal tersebut berdampak di situs jejaring sosial, seperti di Twitter. Hashtag #malaysiacheatlaser sempat menjadi topik terhangat yang dibicarakan di dunia. Juga, kata "curang" dan "lasers" yang merujuk pada tindakan tersebut selama pertandingan, juga sempat masuk ke daftar topik terhangat dunia di Twitter. Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menginstruksikan Andi Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, untuk mengajukan protes mengenai penyinaran laser hijau ini. Presiden Yudhoyono juga mengajukan protes resmi ke FIFA dan AFF atas hal ini.
Ternyata sinar laser hijau ini punya dampak yang lumayan lho!
Bambang Widyatmoko, Kepala Puslit Fisika LIPI kepada mediaindonesia.com, menjelaskan, bahwa intensitas sinar laser warna hijau lebih tinggi daripada laser merah. Sinar laser hijau yang berasal dari alat pointer memiliki diameter kecil, sehingga menyilaukan mata.
"Diameter berkasan sorotan sinar laser akan membesar pada jarak lebih dari 100 meter. Dan itu berbahaya sekaligus sangat menyilaukan mata," terang Bambang.
Ia menambahkan terdapat beberapa jenis laser pointer, di antaranya berwarna hijau dan merah. Bila sinar merah hanya bisa mencapai beberapa meter saja, sinar hijau memiliki kemampuan bisa menjelajah jarak mencapai 30 sampai 50 meter.
"Bagaimana dampaknya bagi kesehatan, perlu dilakukan pengukuran seberapa besar daya yang dihasilkan dari sinar laser tersebut," tambah Bambang.
Laser pointer berwarna hijau dan merah mudah didapat di toko buku dalam bentuk bulpen sehingga sulit dideteksi pihak keamanan. Biasanya pointer laser hijau buatan China dijual sekitar Rp150 ribu-Rp500 ribu.
Jadi itulah dampaknya, sangat tidak adil kan suporter Malaysia berlaku seperti itu???
Walaupun begitu protesnya presiden pun tak ditanggapi namun rumornya Malaysia dikenai denda oleh FIFA sebesar 40 juta dollar AS dan larangan empat tahun terkait insiden sinar laser fans Malaysia di laga pertama final Piala AFF 2010. Pada leg kedua Indonesia menang dengan 2-1, tapi ini tidak bisa menutup kekalahan Timnas Indonesia pada leg pertama. Akhirnya pemenang Piala AFF 2010 untuk yang pertama kalinya adalah Malaysia. Walaupun kalah suporter Indonesia tak kecewa karena mereka telah melihat Timnas sekuat tenaga berlaga di GBK dan bermain sportif..... Wowoow kita beri Applause untuk suporter kita...(prok prok prok). O ya tapi kita punya Firman Utina sebagai pemain terbaik..
Final AFF 2010 : Menang tapi tidak Juara
Read User's Comments(0)
Langganan:
Postingan (Atom)







